Senin, 05 Maret 2012

Uang



                  Bangun pagi uang yang dipikirkan, siang uang lagi, sore uang lagi dan malam juga tetap uang yang dipikirkan. Seperti yang kita ketahui uang tidak turun dari langit begitu aja, uang juga tidak bisa menggunakan Bim Salabim Abra Kadab Bra. Agar bisa menghasilkan uang harus melalui pekerjaan, ada yang ngojek, ada yang nyawah, ada yang nelayan, bertani, kantoran, bisnis man, sampai pada tingkat yang serendah rendahnya baik itu mencuri, mencopet, menyolong dan korupsi. Uang sanggup megantarkan orang keluar negri karena kalau tak ada uang tak bakalan nyampe, karena keluar nergi itu butuh pesawat dan pesawat butuh pilot, sedangkan pilot itu butuh gaji yang tinggi alias uang. Bagi seorang siswa uang adalah permainan soalnya kalau tidak ada uang mereka tidak bakalan bisa peEsan dan fesbukan, apalagi mahasiswa…! Tak ada uang tak bakalan bisa makan bakso bareng pacarnya, itu sih kalau mahasiswa model dalam negri, kalau yang diluar negri lain lagi ceritanya, contohnya mahasiswa yang diMesir, sekitar tujuh puluh lima persen mahasiswa disana mempunyai pekerjaan disamping mereka juga dapat beasiswa dari hasil ujian ujian kuliah yang mereka peroleh, sebagian besar mereka bekerja direstoran karena cuma restoranlah yang mau menerima para mahasiswa untuk bekerja.
                Bagi mahasiswa uang itu bukan sebuah permainan lagi tapi uang adalah sebuah kebutuhan yang harus tetap berada dikantong, kalau sudah kantong kosong biasanya sih mulai sms orang tua dan bilang ‘’ mak.. uang bulan lalu sudah habis, tolong kirimi lagi ya, soalnya anak emak ne sedang banyak utang dengan teman teman dan juga dengan kantin’’ – ini adalah model mahasiswa yang ada diHadhromaut, Tarim khususnya yang belajar di universitas al ahgaff- soalnya mereka disana tidak diperbolehkan untuk menjadi pelayan ditoko toko atau direstoran, mereka hanya disuruh untuk belajar dan belajar tapi mereka diperbolehkan untuk membeli kompor dan masak masak, ada beberapa teman disana yang pande masak nasi dan akhirnya jual nasi, ada yang bisa bikin bakwan, pecal, somai dll. Dan mau tau enggak??? Biasanya yang jualan itu adalah teman taman yang tidak lulus dan akhirnya tinggal setahun, menurut undang undang yang ada di universitas al ahgaff bagi mahasiswa yang tinggal kelas maka harus membayar uang tempat  tinggal, uang makan dan uang mata pelajaran yang tidak lulus, jelas saja tidak ada yang sanggup untuk membayar itu makanya daripada mereka pulang kampung lebih baik mereka mengumpuli uang selama setahun tersebut. Emang sih, tidak semua yang jualan itu adalah teman teman yang tinggal kelas, buktinya aku sendiri (bukan penulis lho) yang keseharian aku dulu jualan bakwan tapi udah gak jualan lagi sekarang, soalnya teman teman banyak yang ngutang dan bayarnya nunggu kiriman lagi -chap chai deh- dan Alhamdulillah aku tidak tinggal kelas setahun.
                Cobalah berpikir sejenak kenapa uang yang dikirim oleh emak tidak bertahan selama seminggu, kemana aja sih uang yang dikirim emak? Kalau aku boleh jawab, aku akan menjawab begini: uang yang dikirim tidak pernah bertahan dalam seminggu karena langkah pertamah yang aku lakukan ketika selesai mengambil uang di wenster union atau di bank adalah membayar hutang lebih dari separoh yang dikirimkan dan bahkan terkadang hutangku lebih banyak dari uang yang dikirimkan oleh emak. Selain membayar hutang biasanya aku membeli peralatan mandi dari sabun mandi, sabun cuci, odol dll dan perlu diketahui harga barang barang tersebut dua kali lipat bahkan ada yang tiga kali lipat dari barang barang ada diIndonesia.
                 Yang paling memboroskan adalah pulsa, padahal menurut sejarahnya aku itu tidak pernah nelpon cewek, sms-an apalagi nelpon orang tua, karena aku tau bahwa nelpon keindo atau sms-an keteman yang ada diindo itu sangantlah mahal, terus kok pulsa salah satu penyebab yang paling memboroskan sih?? Ya iya lah, masak ya iya donk.. emank pulsa buat nelpon dan sms-an doank? Fesbukan mau dikemanakan? Tiap hari bisa memakan uang yang sangat banyak meskipun menggunakan MTN yang menjanjikan gratis internetan tapi ujung ujungnya memakan pulsa juga. Belum lagi internetan di warnet yang biasanya kita sanggup berjam jam I’tikaf disana tanpa ada rasa bosan sama sekali.
                Hanya sekitar sepuluh persen lah uang yang diberikan orang tua dipergunakan untuk membeli kitab atau untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, begitulah peran uang bagi seorang mahasiswa yang tidak pernah memikirkan bagaimana orang tuanya mencari uang disiang, malam, pagi, petang  dan bahkan terkadang mereka juga berhutang untuk mengirimkan uang ke anaknya yang berada diluar negri sana. Aku sendiri merasa hiba terhadap orang tuaku, aku sungguh sangat sedih dan ingin menangis mengapa aku begitu mudah untuk menghabiskan uang yang diberikan orang tuaku, kenapa aku tidak pernah berpikir untuk berhemat dan menabung, kenapa aku tidak berpikir untuk menyenangkan dan mengurangi beban orang tuaku disana, yang kesehariannya hanyalah bertani dan juga berjualan ala kadarnya, kenapa tidak terbenak dihatiku bahwa aku bukanlah anak mereka yang satu satunya yang harus mereka biayai tiap bulan, bukankah kakakku dan adik adikku juga membutuhkan uang dan bahkan mereka lebih membutuhkan dari aku.
                 Aku benci dengan uang tapi aku juga butuh dengan uang, aku benci karena uang telah membuat orang tuaku susah payah banting keringat demi sesuap nasi, aku butuh dengan uang karena uang tidak bisa diganti dengan daun, andai saja daun itu dapat menjadi alat barter yang sah yang dapat membiayai aku disini selama sebulan saja, atau daun dapat membeli sambal sebagai teman makan nasi pastilah kupotong tangkai tangkai dan ranting ranting pohon untuk kuambil daunnya dan kubelikan sambal, karena biasanya tanpa sambal nasi takkan habis dimakan. Sekarang ini aku masih tetap memikirkan uang dan bagaimana cara untuk mendapatkannya, aku ingin berhenti untuk terus meminta uang keorang tuaku.  Aku ingin bekerja yang menghasilkan uang walaupun sedikit meskipun hanya diliburan ini, karena hanya pada waktu liburanlah aku bisa untuk bekerja, aku sudah mencoba untuk menawarkan diriku untuk membantu teman temanku yang jualan dan mudah mudahan diterima untuk bekerja selama dua minggu ini.
               Aku berjanji untuk menghemat dan menabung, aku juga berjanji tidak akan meminta uang keorang tua kecuali diwaktu yang telah disepakati dan sangat mendesak dan aku juga berjanji tidak akan berhutang lagi kepada siapapun, tapi aku tak bisa merjanji untuk tidak fesbukan dan internet karena itu adalah sarana satu satunya yang menghubungkan aku dengan kakakku juga dengan adik adikku.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar