Selasa, 10 April 2012

Menara Masjid Tertinggi Di Dunia Yang Terbuat dari Tanah







Bila anda termasuk pengagum bangunan-bangunan pencakar langit maka jangan perah melupakan yang satu ini, dalam wisata rohani anda perlu untuk menilik Masjid Muhdar yang sudah sangat terkenal di semua kalangan.
Masjid megah yang dibangun di atas ketaqwaan, masjid yang terkenal anggun dengan keunikan seni dan gaya bangunannya, masjid yang dibangun oleh Imam Umar Muhdar. Ini-lah masjid yang setiap hari tidak pernah sepi dari segala macam warna dzikir dan tasbih, siang dan malam masjid ini dipenuhi oleh orang-orang yang melakukan berbagai macam bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
Hal yang paling unik dari masjid ini adalah menaranya, dengan tinggi mencapai 175 kaki, dalam bentuk persegi empat menara ini sangatlah unik sebab menara setinggi ini kontruksinya hanya terdiri dari tumpukan labin(batu bata mentah yang terbuat dari tanah liat dan jerami). Konon menara ini mulai dibangun pada tahun 1333 H, rancangannya merupakan buah karya seniman Tarim, Abu Bakar Bin Syihab, yang meninggal setahun kemudian pada 1334 H, dan pembangunannya dilaksanakan oleh Awad Salman Afif Tarimi.

masjid al muhdor ini berada di kota tarim-hadramaut sekitar 1 kilo meter dari Al Ahgaff University. masjid tersebut dibuat dari tanah liat dan telah berusia ratusan tahun. pada bagian bawah masjid, terdapat kolam air untuk wudlu. karena posisi kolam berada dibawah masjid sehingga membuat airnya dingin. kalau kita masuk ke masjid rasanya ademmm banget ... walaupun kota tarim terkenal bersuhu sangat panas.


khususnya dibulan Ramdhan, Masjid ini sangat dipenuhi oleh orang orang sekampung baik itu dari kalangan anak anak kecil sampai para Habaib dan Masyaikh, hampir tiap malam Ramadhan mereka mengadakan khataman qur’an dan membagikan bingkisan berupa makanan khas Tarim yaitu Sumburoh. Bahkan kalau sudah waktunya bertepatan dengan Shalat Tarawih dan Katam qur’an, maka masjid, jalan dan halaman rumah pun dipenuhi demi acara tersebut.
Dan ini sudah mereka lakukan dari zaman nenek moyang mereka dahulu hingga sampai saat ini tanpa ada pengurangan dan bahkan semakin bertampah karena banyaknya para penuntut ilmu yang datang ke kota Tarim ini khususnya dari Indonesia, Malaysia, Thailain, Singapura dan dari Afrika seperti Somalia, Tanzania Dll yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar