Jumat, 17 Oktober 2014

Berangkat Umroh Satu Duf'ah Univ. Al Ahgaff

Mungkin ada yg bertanya, kira-kira uang jajan sebulan di Ahgaff itu berapa ya?

Tergantung sih, ada teman disini yg dikirim 3 juta sebulan, ada pula yg 2 juta sebulan, ada juga yg 1 juta sebulan, dan bahkan ada juga yg 500 ribu per bulan. Sejujurnya, saya dulu cuma dikirim 400 ribu sebulan, kadang naik dikit jadi 500-600 ribu dan sering juga turun dikit jadi 300 ribu. Dan pernah juga sempat tidak dikirim sebulan atau dua bulan, dan malah saya lebih senang tidak dikirim daripada dikirim melulu, tapi ya bagaimana lagi, disini uang memang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang kecuali uang kuliyah, uang asrama, dan uang makan tiga kali sehari.

Oya, bahkan seribu kali bahkan ne ya, ada teman saya yg tidak pernah dikirim sama sekali kecuali ketika berada di semeter sembilan. Sampai sekarang saya belum tau rahasianya tapi yg jelasnya hemat itu pasti salah satu kuncinya.

Ada beberapa alasan kenapa mahasiswa disini butuh uang saku/jajan:
1. Karena anak SD juga butuh uang saku apalagi mahasiswa.
2. Karena mahasiswa itu juga butuh peralatan baca tulis seperti kitab, peralatan mandi/nyuci seperti sabun, dan pelaratan lainnya.

3. Karena mahasiswa cepat haus dan lapar apalagi ketika ujian. Dan di Ahgaff, setahun itu ada enam kali ujian, kalau kamu takmili ya mungkin bisa jadi sampai 10 kali ujian dalam setahun, dan sejujurnya ujian itu capek sehingga butuh makanan dan minuman di luar jam sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Dan nomor tiga inilah yg paling berpengaruh. Apalagi kalau sudah berada di Tarim, kiri kanan ada kantin, bahkan mereka dengan baik hati mempersilahkan kita untuk mengutang kepadanya, sehingga dengan mudahnya kita makan ini dan minum itu, lalu tinggal bilang: sajjil/catat ya hutang saya..! Ba'da syahar baadfa'/ ntar sebulan lagi saya bayar.
4. Karena mahasiswa di Ahgaff juga butuh biaya tak terduga seperti ongkos bis jika belanja, uang kartu ujian setahun dua kali, uang sedekah jika ada orang minta minta, dll.
5. Karena disini beasiswanya cuma makan, asrama, dan kuliah saja, sehingga uang saku ditanggung sendiri. Berbeda jika kuliyah di timur tengah lainnya yg diberi beasiswa kuliyah, dan uang saku tanpa diberi asrama dan makan. Ada juga yg diberi beasiswa kuliyah, asrama, dan uang saku tanpa diberi makan. Namun jarang sekali -bukan berarti tidak ada- yg memberikan beasiswa kuliyah, makan, asrama dan uang saku, tapi kenyataannya meskipun begitu tetap saja mereka masih atau pernah juga minta kiriman dari orang tua mereka. Ya kedepannya kita berdo'a sajalah semoga Allah memudahkan Univ. Al Ahgaff hingga suatu saat Ahgaff mampu memberikan uang saku, amin. Namun bagaimana pun harus tetap bersyukur bisa diterima kuliyah di Ahgaff dan jangan lupa untuk mendo'akan Abuya Abdullah Muhammad Baharun, Rektor Univ. Al Ahgaff yg senantiasa berusaha, memikirkan dan mendo'akan para santri santrinya agar bisa terus menuntut ilmu di negri auliya, di lingkungan auliya, dan bersama auliya pula agar bisa menjadi orang yg bermanfaat ketika berada di Indonesia nantinya.
6. Karena mahasiswa disini tidak diizinkan untuk bekerja seperti teman teman yg berada di timur tengah lainnya. Mereka diizinkan bekerja sehingga mereka tidak butuh kiriman uang lagi dari orang tua mereka, dan bahkan mereka yg malah ngirim uang ke Indonesia. Adapun di Tarim, sebagian teman ada yg diizinin masak nasi untuk dijual. Namun kalau tak salah kebanyakan dari mereka adalah teman teman yg mustanhij/ngulang setahun sehingga mereka diizinkan berjualan agar mereka bisa bayar uang maddah dan uang makan selama setahun kepada pihak kuliyah. Makanya hati hati disini, usahakan jangan sampai ngulang setahun. Kalau bisa hilangkan saja otak bisnis ketika kuliyah, agar otak bisnis tidak mengganggu kuliyah kita. Kecuali jika memang sudah hebat sekali sehingga sanggup menggabungkan antara berbisnis dan kuliah.
7. Karena harus bayar hutang kesana dan kemari. Dan ini sudah menjadi tradisi, begitu dikirim uangnya langsung habis untuk bayar hutang. Ya gali lobang tutup lobang gitu lah.
8. Karena yg namanya mahasiswa sukanya boros dan dan malas berhemat, makanya butuh uang saku dari orang tua setiap bulannya.

Berbicara tentang hemat, saya jadi teringat sekitar satu tahun atau dua tahun yg lalu di Grup ini juga (https://www.facebook.com/groups/ahgaff/), mungkin sudah banyak yg lupa sih, ketika saya berusaha mengajak teman-teman disini khususnya anak baru untuk berusaha menghemat alias menabung sebagian uang saku/uang jajan yg dikirim orang tuanya sebulan sekali.

Namun sayang seribu kali sayang, sepertinya ajakan saya untuk menabung uang itu belum terlaksana sampai sekarang, mungkin ada, ya paling satu atau dua orang saja.

Padahal yg saya inginkan ketika itu adalah angkatan tersebut (angkatan berapa itu ya, lupa saya) bisa umroh bareng ketika mereka berada di akhir Mustawa lima nantinya.

Mungkin terlihat aneh, kenapa ketika itu saya hanya mengajak anak baru yg berada di Mustawa Awal saja. Ya karena kesempatan mereka ngumpulin uang itu lebih santai, lebih panjang dan lebih banyak. Kalau saya mengajak anak Mustawa 2,3,4, apalagi lagi 5, ya mungkin mereka tidak sanggup karena sudah terbiasa menghabiskan uang yg dikirm setiap bulannya, baik itu untuk beli buku atau untuk jajan sana jajan sini. Dan juga karena waktunya yg terlalu sedikit jika dibandingkan dengan waktu yg dimiliki oleh anak baru Mustawa Awal.

Oke, kembali ke tujuan awal yaitu menghemat uang saku agar bisa umroh bareng satu angkatan, caranya gimana?

Tentunya kita harus sepakat kepada orang tua kita yg di Indonesia, kira-kira mereka sanggup mengirim kita uang saku dalam sebulan sekitar berapa rupiah?

Mungkin dulu ketika rupiah masih kuat dan dollar belum tinggi seperti sekarang ini, 400 ribu itu cukuplah untuk sebulan. Tapi sayang seribu kali sayang, sekarang rupiah melemah dan dollar melonjak tinggi. Dulu saya masih sempat merasakan 500 ribu rupiah itu sekitar 12000 Reyal Yamani, dan 400 ribu rupiah itu sekitar 10.000 Reyal Yamani. Namun sekarang ini, dikirim 500 ribu rupiah cuma bisa diambil 8000 Reyal Yamani dan 400 ribu rupiah itu hanya bisa diambil 6000 Reyal Yamani.

Jika begitu kenyataannya, maka setidaknya uang saku dalam sebulan yg sebaiknya kalian sepakati dengan orang tua adalah 600 ribu rupiah sebulan atau lebih banyak dikitlah, tergantung kemampuan orang tua masing masing. 600 ribu rupiah itu sekitar 10.000 Reyal Yamani. Dan menurut saya uang 10.000 ini insya Allah sudah cukup untuk dijadikan uang saku untuk sebulan, dan bahkan malah masih berlebih 2000 Reyal Yamani, karena jika kita berhebat sebenarnya 8000 Reyal Yamani itu sudah sangat cukup untuk sebulan.

Jadi, 2000 Reyal Yamani itu ditabung setiap bulannya sehingga jika sampai setahun maka itu akan menghasilkan 24000 Reyal Yamani, dan jika sampai lima tahun tepatnya ketika berada di Mustawa Lima Akhir, uangnya sudah mencapai 120.000 Reyal Yamani, mungkin sekitar 7 juta setengah gituanlah.

Terus hubungannya dengan umroh apa?
Dengan bermodalkan uang 120.000 Reyal Yamani, insya Allah sudah bisa berangkat umroh. Sebab ongkos umroh itu sekitar 500 Dollar Amerika. Sekarang, 100 Dollar itu sekitar 21500 Reyal Yamani, anggap saja lah 22000 Reyal Yamani. Jadi 500 Dollar itu sekitar 110000 Reyal Yamani jika 100 Dollarnya 22000 Rayal Yamani, atau sekitar 107500 Reyal Yamani jika 100 Dollarnya 21500 Reyal Yamani.

Intinya adalah dalam lima tahun teman-teman sudah menabung uang sebesar 120.000 Reyal Yamani, dan jumlah itu melebihi ongkos umroh yg hanya 500 Dollar atau sekitar 10.7500 atau 110.000 Reyal Yamani.

Sebetulnya sih, ini semua tergantung Dollarnya. Jika Dollarnya naik melonjak tinggi sekali, maka itu butuh penghitungan baru lagi, tapi sih mudah-mudahan Dollar tidak bakalan naik lagi, kalau pun naik, saya yakin tidak terlalu melonjak, dan mudah-mudahan Dollar itu turun seturun turunnya dan rupiah segera menguat. Sebab setiap kali Dollar naik mahasiswa disini langsung gigit jari. Apalagi kalau sempat Dollar naik dan rupiah ikut turun, lengkap dah gigit jarinya..

Gimana gak gigit jari, bayangkan saja, dulu jika ada teman yg dikirim 1 juta rupiah, maka dengan bangganya dia bisa mengantongi uang sebesar 23 atau 24 ribu Reyal Yamani, sebagai tasyakurannya bisa beli anggur lah untuk dimakan bersama di kamar. Sekarang, 1 juta cuma bisa diambil 16000 Reyal Yamani, mau tasyakuran pun harus mikir dua kali, hihi.

Oke, sampai disini sajalah catatan saya. Saya gak tau ini bakal dibaca atau tidak, kalau pun dibaca saya juga tidak tau apakah ini bakal terlaksana atau tidak. Yg jelasnya niat saya baik agar antum semua satu duf'ah/angkatan bisa berangkat umroh bareng bareng..

Mungkin catatan saya ini agak berbeda dengan catatan teman teman saya yg lainnya. Sebab teman teman saya itu orangnya hebat hebat, dan tentunya mereka sudah memberitahukan disini bagaimana kehidupan, cara belajar, dan bahkan kitab-kitab yg akan dipelajari di Ahgaff baik itu ketika di Mukalla atau pun di Tarim. Eh, malah catatan saya ini berbau uang dollar lah, rupiah lah, dan reyal lah. Jadi ya agak mengarah ke dunia gitu lah. Tapi ya BI SHIDQINNIYYAH, insya Allah catatan ini ada manfatannya.

Mungkin ada lagi yg mau bertanya, emangnya yg nulis ini udah umroh?

Jujur, saya malu menjawabnya, sebab sampai sekarang saya belum berangkatkan kesana. Bukan karena saya tidak ada uang, tapi karena tidak ada orang yg mau mengingatkan atau mengajak saya dan teman teman seangkatan saya ketika Mustawa Awal dulu agar menabung setiap bulan sekitar 2000 Reyal Yamani. Paling mereka cuma pernah bilang: nanti kita umroh bareng satu duf'ah. Tapi kalau tidak menabung dari dulu, ya bagaimana bisa berangkat. Bisa sih berangkat, tapi ya harus minta ke orang tua lagi, dan jujur, saya malu.

Ya, mudah-mudahan program umroh bareng ini bisa terlaksana, baik itu untuk duf'ah sekarang ini ataupun untuk duf'ah manapun. Dan saya berharap seribu kali berharap agar ada diantara kalian nantinya yg akan berusaha untuk menggerakkan impian umroh bareng satu duf'ah ini. Dan jika berhasil maka Duf'ah kalian akan menjadi contoh teladan bagi Duf'ah-Duf'ah Ahgaff yg akan datang.


2 komentar:

  1. masya Allah, kpn y bisa kuliyah di ahgaff itu???

    BalasHapus
  2. Kalau haji bareng bisa gak?
    berapa ongkosnya?

    BalasHapus