Masih teringat di tahun 2012 yg lalu bahwa dua ulama dari Univ. Zaitunah, Tunisia berkunjung ke Fakultas Syari'ah, Univ. Al-Ahgaff, Tarim dalam rangka silaturrahim sekaligus menjalin kerjasama dengan Univ. Al-Ahgaff. Beliau berdua adalah Syekh Abdul Fattah Marou dan Dr. Abdul Jalil, selalu Rektor Univ. Zaitunah.
Dan alhamdulillah, pada hari ini 27, Oktober 2014, Fakultas Syari'ah, Univ. Al-Ahgaff kembali mendapat kunjungan yang ke sekian kalinya dari dua orang Ulama Tunis, Dr. Hisyam Quraisyah selaku Rektor Univ. Zaitunah dan juga seorang dai ilallah yg berasal dari Tunisia.
Pada kesempatan yg singkat itu, Dr. Hisyam Quraisyah memberikan tausiahnya kepada mahasiswa fakultas syariah. Beliau menganjurkan sekaligus mendo'akan supaya suatu saat semua mahasiswa yg belajar disini akan menjadi Nur (cahaya) dan Qoid (pemimpin) bagi orang lain ketika mereka kembali ke daerahnya masing-masing sebagaimana para sahabat Rasulullah Saw merupakan Nur dan Qoid bagi orang-orang setelah mereka di hari kiamat nantinya.
Sedikitnya waktu yg dimiliki tidak memungkinkan untuk sesi tanya-jawab.
Jujur, saya sendiri belum puas mendengar tausih beliau karena begitu singkatnya pertemuan tersebut.
Ketika beliau ingin kembali dan ingin menaiki mobil, saya mendatangi beliau yg sedang dikeramaian mahasiswa yg ingin mencium tangan beliau, dan sebelumnya beliau sudah bilang bahwa Almahabbatu fil qolb (cinta itu di dalam hati) namun bagaimana lagi, mahasiswa tetaplah mahasiswa, rasanya pantang mundur sebelum mencium tangan beliau sebagai bentuk rasa cinta sekaligus tabarruk (ambil barokah) dengan orang-orang sholeh dengan harapan semoga suatu saat juga bisa menjadi orang yg sholeh.
Ketika beliau hendak masuk mobil, saya dekati beliau dan saya bicara langsung dengan beliau. Mungkin saya terlihat aneh ketika itu.
Saya bilang sama beliau bahwa saya ingin dido'akan secara khusus oleh beliau. Beliau berkata Insya Allah saya akan mendo'akanmu, dan di saat itu juga beliau mendo'akan saya namun saya kurang mendengar. Lalu beliau bertanya, namamu siapa? Saya jawab, nama saya Muhammad Zain Al-Hudawi. Oh, Muhammad Zain Hudawi, insya Allah, kamu zain, kamu zain, kamu zain. Dan beliau kembali mendo'akan saya. Lalu saya pun berpaling dari beliau karena beliau udah menginjakkan kakinya ke mobil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar