Kamis, 06 November 2014
Atta'alluk Bil Habaib
Seperti biasanya, di malam Jum'at setelah maghrib, kami menghadiri majlis Maulid di Darul Musthofa.
Setelah pembacaan maulid, syair dan azan isya, mulailah berdiri satu persatu habaib dan masyaikh yang akan memberikan tausyiah kepada hadirin dari kalangan masyaikh, habaib, tholibul ilim dan juga masyarakat Tarim.
Taushiah tersebut tidak harus berbahasa Arab, sebab tidak jarang banyak yg memberikan taushiah ke dalam bahasa ingris dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Dan seperti biasanya juga bahwa yang menutup ceramah adalah Habib Umar Bin Hafizd.
Sebetulnya banyak sekali yang ingin saya kutip dari taushiah-taushiah yg disampaikan pada malam ini, khususnya kalam-kalam Habib Umar Bin Hafizd, namun karena saya punya kelemahan di dalam menghafal dan mengingat semua yang mereka sampaikan, maka saya hanya sanggup menulis sesuatu cukup singkat namun dapat menggerakkan hati saya (mungkin juga hati para tholibul ilim yg lainnya) yaitu taushiah yang disampaikan oleh salah satu masyaikh dari Afrika yang pernah belajar di Tarim.
Beliau berkata:
Berapa banyak orang yang berada di luar kota Tarim, yang ingin ke kota Tarim, mereka berbicara tentang Fadhoil Ahli Tarim, menukil kalam habaib dan ulama Tarim, mengamalkan amalan-amalan sunnah yang dilakukan Ahli Tarim, seolah-olah mereka berada di Tarim. Itu semua disebabkan karena hati mereka selalu ta'alluk (terhubung) dengan para habaib yang ada di Tarim.
Namun sayangnya, kita yang berada di Tarim, jarang sekali menukil kalam Ahli Tarim, atau berbicara Fadhoil Ahli Tarim, atau mengamalkan amalan-amalan sunnah yang dilakukan Ahli Tarim, dan ini adalah sebuah Nuqshon (kekurangan) dan kekurangan inilah yang harus diperbaiki oleh kita yang berada di Negeri ini, agar keberadaan kita di negeri ini benar-benar hakiki (nyata) dan, jangan sampai keberadaan kita disini hanya sebagai Shuroh (Gambar) saja.
Al-Mutasyabbihun Bi Habaibil Hadhorim
Muhammad Mustajab, Syaiful Arif, dan Muhammad Zain Al-Hudawi
Muhammad Mustajab, Syaiful Arif, dan Muhammad Zain Al-Hudawi
Muhammad Mustajab, Syaiful Arif, dan Muhammad Zain Al-Hudawi
FB:
Muhammad Zain Al-Hudawie
Syaiful Arif
Mohammed Moustajab
Jumat, 31 Oktober 2014
Imamah dan Jubah
Saya dan teman-teman saya ingin minta ijazah sekaligus Talbis Imamah dan juga Talbis Jubah dengan Al-Habib Ali Al-Masyhur (Kakak Al-Habib Umar sekaligus Mufti Tarim) seperti yang sudah dilakukan oleh para tholibul ilim disini, sehingga tadi subuh kami pergi ke Masjid Jami' ingin bertemu dengan Al-Habib Ali Al-Masyhur dan alhamdulillah bisa bertemu.
Namun sayang seribu kali sayang, kata khodim beliau, beliau lagi ada jadwal, sehingga talbisnya harus diundur di waktu sore saja.
Sorenya kami langsung datang ke rumah beliau, namun sayangnya kata khodim beliau, beliau lagi sedang khotaman qur'an dan setelah khotaman beliau langsung berangkat ke Makam Imam Muhajir di Husaisah untuk mengisi acara disana.
Akhirnya acara untuk minta ijazah sekaligus talbis (pemakaian) Imamah dan Jubah pun harus diundur hingga waktu yang akan ditentukan nantinya.
Tapi tak usahlah bersedih, sebelum ditalbis oleh habib, saya udah sempat menyimpat foto saya mentalbis/memakai sendiri Jubah dan Imamah tersebut.
Pengennya sih, orang yg pertama memakaikan Jubah di badan dan Imamah di kepala saya adalah para habaib, dengan niat tabarrukan terhadap salafussholeh dan ihyaussunnah, tapi ya tak papa lah, insya Allah di lain waktu pasti bisa ditalbis oleh para habaib..

(Sori, Begronnya berantakan, hihi..)
Senin, 27 Oktober 2014
Salman Al-Farisi dan Sahabatnya Abu Dardak
Saya membacanya sedih dan juga sambil tersenyum..
Kisah Salman Al-Farisi yg ingin meminang seorang prempuan dari Bani Laits. Namun sayangnya Salman Al-Farisi malu secara langsung untuk meminang gadis tersebut. Lalu Salman Al-Farisi mengajak sahabatnya yg bernama Abu Dardak agar segera meminang gadis tersebut untuk Salman Al-Farisi. Lalu Abu Dardak pun ke rumah gadis tersebut untuk menemui keluarga gadis tersebut guna meminangnya untuk Salman Al-Farisi. Abu Dardak pun menyampaikan tujuan maksudnya dan menyebutkan segala kebaikan dan pujian untuk Salman Al-Farisi.
Namun, sayang seribu kali sayang, yg terjadi malah sangat mengharukan. Keluarga gadis tersebut tidak mau menikahkan gadisnya dengan Salman Al-Farisi, mereka hanya menikahkan gadisnya dengan Abu Dardak. Dan singkatnya Abu Dardak pun menikahi gadis tersebut.
Lalu Abu Dardak menemui sahabatnya Salman Al-Farisi dan sungguh ia sangat malu untuk menceritakan kejadiannya, namun setelah dipaksa akhirnya Abu Dardak pun menceritakan semuanya.
Lalu apa kata Salman Al-Farisi? Apakah dia marah terhadap sahabatnya karena tidak bisa menerima kenyataan?
Saya gak nyangka bahwa begitu lembutnya hati Salman Al-Farisi, sehingga pantas sekali pengarang kitab Qososul Auliya (Muhammad Kholid Tsabit) menyebutkan kisah Salman Al-Farisi ini di peringkat pertama pada bagian Zuhudnya Para Wali-Wali Allah.
Salman Al-Farisi berkata kepada Abu Dardak yang telah menceritakan semuanya dengan penuh rasa malu: Sebenarnya saya lah yg lebih berhak malu daripada engkau wahai sobatku, sebab bagaimana mungkin aku hendak memimang gadis itu sedangkan gadis itu telah ditakdirkan oleh Allah untukmu.
Kunjungan Syekh Hisyam Quraisyah ke Univ. Al-Ahgaff
Masih teringat di tahun 2012 yg lalu bahwa dua ulama dari Univ. Zaitunah, Tunisia berkunjung ke Fakultas Syari'ah, Univ. Al-Ahgaff, Tarim dalam rangka silaturrahim sekaligus menjalin kerjasama dengan Univ. Al-Ahgaff. Beliau berdua adalah Syekh Abdul Fattah Marou dan Dr. Abdul Jalil, selalu Rektor Univ. Zaitunah.
Dan alhamdulillah, pada hari ini 27, Oktober 2014, Fakultas Syari'ah, Univ. Al-Ahgaff kembali mendapat kunjungan yang ke sekian kalinya dari dua orang Ulama Tunis, Dr. Hisyam Quraisyah selaku Rektor Univ. Zaitunah dan juga seorang dai ilallah yg berasal dari Tunisia.
Pada kesempatan yg singkat itu, Dr. Hisyam Quraisyah memberikan tausiahnya kepada mahasiswa fakultas syariah. Beliau menganjurkan sekaligus mendo'akan supaya suatu saat semua mahasiswa yg belajar disini akan menjadi Nur (cahaya) dan Qoid (pemimpin) bagi orang lain ketika mereka kembali ke daerahnya masing-masing sebagaimana para sahabat Rasulullah Saw merupakan Nur dan Qoid bagi orang-orang setelah mereka di hari kiamat nantinya.
Sedikitnya waktu yg dimiliki tidak memungkinkan untuk sesi tanya-jawab.
Jujur, saya sendiri belum puas mendengar tausih beliau karena begitu singkatnya pertemuan tersebut.
Ketika beliau ingin kembali dan ingin menaiki mobil, saya mendatangi beliau yg sedang dikeramaian mahasiswa yg ingin mencium tangan beliau, dan sebelumnya beliau sudah bilang bahwa Almahabbatu fil qolb (cinta itu di dalam hati) namun bagaimana lagi, mahasiswa tetaplah mahasiswa, rasanya pantang mundur sebelum mencium tangan beliau sebagai bentuk rasa cinta sekaligus tabarruk (ambil barokah) dengan orang-orang sholeh dengan harapan semoga suatu saat juga bisa menjadi orang yg sholeh.
Ketika beliau hendak masuk mobil, saya dekati beliau dan saya bicara langsung dengan beliau. Mungkin saya terlihat aneh ketika itu.
Saya bilang sama beliau bahwa saya ingin dido'akan secara khusus oleh beliau. Beliau berkata Insya Allah saya akan mendo'akanmu, dan di saat itu juga beliau mendo'akan saya namun saya kurang mendengar. Lalu beliau bertanya, namamu siapa? Saya jawab, nama saya Muhammad Zain Al-Hudawi. Oh, Muhammad Zain Hudawi, insya Allah, kamu zain, kamu zain, kamu zain. Dan beliau kembali mendo'akan saya. Lalu saya pun berpaling dari beliau karena beliau udah menginjakkan kakinya ke mobil.

Sabtu, 25 Oktober 2014
Buya Yahya di MNC TV Siraman Qolbu " Kebahagiaan Itu Murah, Kalau Kita Pandai Menata Hati"
Mari kita saksikan Siraman Qolbu bersama Buya Yahdi di MNC TV, untuk menyaksikannya silahkan klik >>> http://www.youtube.com/watch?v=R8jOzoGrBjE
Jumat, 17 Oktober 2014
Berangkat Umroh Satu Duf'ah Univ. Al Ahgaff
Mungkin ada yg bertanya, kira-kira uang jajan sebulan di Ahgaff itu berapa ya?
Tergantung sih, ada teman disini yg dikirim 3 juta sebulan,
ada pula yg 2 juta sebulan, ada juga yg 1 juta sebulan, dan bahkan ada juga yg
500 ribu per bulan. Sejujurnya, saya dulu cuma dikirim 400 ribu sebulan, kadang
naik dikit jadi 500-600 ribu dan sering juga turun dikit jadi 300 ribu. Dan
pernah juga sempat tidak dikirim sebulan atau dua bulan, dan malah saya lebih
senang tidak dikirim daripada dikirim melulu, tapi ya bagaimana lagi, disini
uang memang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang kecuali uang kuliyah,
uang asrama, dan uang makan tiga kali sehari.
Oya, bahkan seribu kali bahkan ne ya, ada teman saya yg
tidak pernah dikirim sama sekali kecuali ketika berada di semeter sembilan.
Sampai sekarang saya belum tau rahasianya tapi yg jelasnya hemat itu pasti
salah satu kuncinya.
Ada beberapa alasan kenapa mahasiswa disini butuh uang
saku/jajan:
1. Karena anak SD juga butuh uang saku apalagi mahasiswa.
2. Karena mahasiswa itu juga butuh peralatan baca tulis
seperti kitab, peralatan mandi/nyuci seperti sabun, dan pelaratan lainnya.
Kamis, 09 Oktober 2014
Rindu Serindunya
Berikanlah jawaban
uraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Setelah kasih lama berlalu
Tidak mungkin kulupa
Perjanjian kita
Di bawah rumpun bambu
Di kala bulan sedang beradu
Mengapa terjadi perpisahan ini
Di kala asmara melebar sayapnya
Mengapa kau pergi di saat begini
Di kala hatiku terlukis namamu
Kalau memang tiada jodoh
Apa lagi nak ku heboh
Aku malu pada teman
Pada semua
Rindu ... rindu serindu rindunya
Namun engkau tak mengerti oh...oh
Pilu ... pilu sepilu pilunya
Namun engkau tak perduli
Malu ... semalu malunya
Namun apa daya orang tak sudi
Mahu ... semahu mahunya
Namun apa daya orang dah benci
Berikanlah jawapan
Uraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Aku rindu
uraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Setelah kasih lama berlalu
Tidak mungkin kulupa
Perjanjian kita
Di bawah rumpun bambu
Di kala bulan sedang beradu
Mengapa terjadi perpisahan ini
Di kala asmara melebar sayapnya
Mengapa kau pergi di saat begini
Di kala hatiku terlukis namamu
Kalau memang tiada jodoh
Apa lagi nak ku heboh
Aku malu pada teman
Pada semua
Rindu ... rindu serindu rindunya
Namun engkau tak mengerti oh...oh
Pilu ... pilu sepilu pilunya
Namun engkau tak perduli
Malu ... semalu malunya
Namun apa daya orang tak sudi
Mahu ... semahu mahunya
Namun apa daya orang dah benci
Berikanlah jawapan
Uraikanlah simpulan
Biar tenang jiwaku
Aku rindu
Mencari Alasan
IKHLASNYA HATI, SERING KALI DI SALAH ARTI
TULUSNYA CINTA, TIDAK PERNAH ENGKAU HARGAI
BERLALU PERGI DENGAN KELUKAAN INI, KU MENGALAH, KU BERSABAR
BERPALING MUKA BILA SALING BERTATAP MATA
SEOLAH KITA TIADA PERNAH SALING MENYINTA
MENCARI SEBAB SERTA MENCARI ALASAN SUPAYA TERCAPAI HASRATMU
MANIS DIBIBIR MEMUTAR KATA, MALAH KAU TUDUH AKULAH SEGALA PENYEBABNYA
SIAPA TERLENA PASTINYA TERPANA, BUJUKNYA, RAYUNYA, SUARANYA
YANG MEMINTA SIMPATI DAN HARAPAN
ENGKAU PASTINYA TERSENYUM DENGAN PENGUNDURAN DIRIKU
TETAPI BAGI DIRIKU SUATU KETENANGAN
ANDAINYA KITA TERUS BERSAMA BELUM TENTU KITA BAHAGIA
SELAMA TIDAK KAU RUBAH CARA HIDUPMU...
ADA BAIKNYA BILA TIDAK LAGI BERSAMA, TERASA JAUH DIRIKU INI DENGAN DOSA
AKU TINGGALKAN WALAU TANPA KERELAAN YANG NYATA KAU TIDAK MERUBAH…
KATAKAN APA YANG KAU INGIN, SELAGI KAU DAPAT BERKATA
MEMANG BEGINI SIKAPMU, SEMENJAK DAHULU
ANDAINYA KITA TERUS BERSAMA, BELUM TENTU KITA BAHAGIA
SELAMA TIDAK KAU RUBAH CARA HIDUPMU...
TULUSNYA CINTA, TIDAK PERNAH ENGKAU HARGAI
BERLALU PERGI DENGAN KELUKAAN INI, KU MENGALAH, KU BERSABAR
BERPALING MUKA BILA SALING BERTATAP MATA
SEOLAH KITA TIADA PERNAH SALING MENYINTA
MENCARI SEBAB SERTA MENCARI ALASAN SUPAYA TERCAPAI HASRATMU
MANIS DIBIBIR MEMUTAR KATA, MALAH KAU TUDUH AKULAH SEGALA PENYEBABNYA
SIAPA TERLENA PASTINYA TERPANA, BUJUKNYA, RAYUNYA, SUARANYA
YANG MEMINTA SIMPATI DAN HARAPAN
ENGKAU PASTINYA TERSENYUM DENGAN PENGUNDURAN DIRIKU
TETAPI BAGI DIRIKU SUATU KETENANGAN
ANDAINYA KITA TERUS BERSAMA BELUM TENTU KITA BAHAGIA
SELAMA TIDAK KAU RUBAH CARA HIDUPMU...
ADA BAIKNYA BILA TIDAK LAGI BERSAMA, TERASA JAUH DIRIKU INI DENGAN DOSA
AKU TINGGALKAN WALAU TANPA KERELAAN YANG NYATA KAU TIDAK MERUBAH…
KATAKAN APA YANG KAU INGIN, SELAGI KAU DAPAT BERKATA
MEMANG BEGINI SIKAPMU, SEMENJAK DAHULU
ANDAINYA KITA TERUS BERSAMA, BELUM TENTU KITA BAHAGIA
SELAMA TIDAK KAU RUBAH CARA HIDUPMU...
Rabu, 08 Oktober 2014
Rihlah Ke Kota Huraidoh
Senin, 29 Semtember 2014
Setelah mempersiapkan segala perbekalan untuk rihlah, kami pun berangkat dari sakan dakhili, Kuliyah Syari'ah, univ. Al Ahgaff dengan sebuah mobil yg lumayan mewah yg cukup berisikan enam orang. Dua orang di depan dan empat orang di belakang. Mobil pun mulai bergerak dari jam 06:00 pagi. Tujuan rihlah pertama kami adalah berziarah ke Makam Al Habib Muhammad bin Alawi di daerah Bait Al Juber.
Beliau adalah orang yg wara', zuhud, dan juga kuat beribadah sehingga beliau digelar dengan Shohibussauma'ah yang berarti orang yg memiliki termpat peribadahan tersendiri..
Beliau dilahirkan di daerah Bait Al Juber, Hadhramaut dan dibesarkan disana. Beliau mengambil ilmu langsung dari ayah Alawi Bin Ubaidillah dan juga dari tokoh-tokoh ulama yg hidup di zamannya, beliau wafat pada umur 56 tahun disana juga..
Setelah mempersiapkan segala perbekalan untuk rihlah, kami pun berangkat dari sakan dakhili, Kuliyah Syari'ah, univ. Al Ahgaff dengan sebuah mobil yg lumayan mewah yg cukup berisikan enam orang. Dua orang di depan dan empat orang di belakang. Mobil pun mulai bergerak dari jam 06:00 pagi. Tujuan rihlah pertama kami adalah berziarah ke Makam Al Habib Muhammad bin Alawi di daerah Bait Al Juber.
Beliau adalah orang yg wara', zuhud, dan juga kuat beribadah sehingga beliau digelar dengan Shohibussauma'ah yang berarti orang yg memiliki termpat peribadahan tersendiri..
Beliau dilahirkan di daerah Bait Al Juber, Hadhramaut dan dibesarkan disana. Beliau mengambil ilmu langsung dari ayah Alawi Bin Ubaidillah dan juga dari tokoh-tokoh ulama yg hidup di zamannya, beliau wafat pada umur 56 tahun disana juga..
Langganan:
Komentar (Atom)






