Gak terasa dan sungguh tidak terasa bahwa kami sudah berada
di Mustawa Robi' dan itu berarti ini sudah ditahun yang keempat di negara
Hikmah ini, satu tahun di Mukalla dan dua tahun di Tarim dan setahunnya lagi
waktu yang sedang berlalu sekarang ini, berarti masa aktif belajar disini hanya
sekitar kurang dari dua tahun lagi, waktu yang cukup singkat untuk dijalani
namun ada sesuatu yang mengganjal disana ketika ditanya apa yang sudah kita
dapati disini selama tiga tahun yang telah berlalu? pertanyaan yang singkat,
padat dan juga pedas jika dihayati dan direnungi, mungkin sebagian teman tidak
bisa bisa menjawabnya karena mungkin itu pertanyaan yang tidak mempunyai
jawaban, kira kira kapan ya kita berani menjawab pertanyaan tersebut? satu
tahun lagi atau setelah tamat nanti? yaaa mudah-mudahan sajalah itu bisa
dijawab...
masih ingat gak di awal awal kita nyampe kesini? di awal
awal kita masuk kuliyah? dimana ketika itu setiap orang memiliki semangat yang
kuat, dan memiliki cita cita yang tinggi, ada yang setiap hari menghafal satu
hadist, ada juga yang satu hari menghafal satu ayat al qur'an, ada yang
bertekad tidak mau berbicara kecuali hanya berbahasa arab dan berbagai macam
macam bentuk tekad dan kemaunan yang menggebu-gebu, namun masih adakah semangat
mahasiswa baru tersebut dijiwa kita? atau sudah lenyap dimakan waktu? atau
jangan-jangan semangat tersebut hanya ada di semester satu dan semester
terakhir tepatnya ketika melaksanakan skripsi? entah lah...
kita memang menyadari bahwa mengubah itu semua sangatlah
sulit namun lebih sulit lagi jika kita tidak mau untuk mencoba memiliki
semangat tersebut, jangan hiraukan orang lain, biarkan orang lain berkata apa
dari pada dikemudian hari harus menanggung malu mendingan mulai sekarang tahan
rasa malu itu demi untuk mengubah segalanya...
aku jadi teringat pengalaman guruku dulu, dia adalah guruku
yang tamatan Madinah, disekolahku ia mengajar hadist namun di USU ia mengajar
Bahasa Arab, ia selau membangkitkan semangat semangat kami melalui
pengalamannya dimadinah, dia sering dikata-katai atau di omongi dari belakang
oleh teman temannya karena keteguhannya dalam berbicara bahasa arab, beliau
memang kurang bagus dalam berbahasa arab ketika itu namun kerutinitasannya
dalam berbahasa arab membuatnya percaya diri dan tidak mendengar apa kata
orang, karena ketika itu banyak teman temannya yang mengatakan '' alaaaaaah,
bahasa arabmu itu masih amburadul aja pun, masih aja ngomong berbahasa arab ''
dan ini memang sudah menjadi penyakit bagi mahasiswa mahasiswa di timur tengah yang
merasa gengsi untuk berbicara dengan berbahasa arab dengan temannya seindonesia
dan ternyata penyakit itu dari dulu sampai sekarang masih ada, kalau dikamarku
saat ini tidak ada orang arab, mungkin sampai sekarang aku tidak mengerti
bahasa arab meskipun tinggal diarab. dan berkat keteguhan guru saya tersebut
dalam berbahasa arab akhirnya dia bisa menjadi dosen di USU ( Universitas
Sumatra Utara ) dan bukan itu saja, beliau juga bilang bahwa orang yang dulu
pernah atau sering menghina atau menggunjingnya malah kelulusannya tertunda,
guru saya tersebut adalah Al Marhum H. Syauri Syam Lc. beliau cukup dikenal di
kalangan Al Washliyah dan juga di USU.
pengalaman ini bukan berarti kita itu hanya menekuni bahasa
arab saja, selain bahasa arab, fiqih dan ushul juga jangan sampai dilupakan
khususnya bagi mahasiswa jurusan syari'ah, karena kemungkinan besar kalau kita
pulang nanti akan ditanyakan oleh masyarakat tentang fiqih baik itu dari segi
ibadah, mu'amalah, nikah dan juga jinayah...
intinya: meskipun kita ini bukan mahasiswa baru lagi dan
juga bukan mahasiswa lama, namun apa salahnya kalau semangat kita adalah
semangat mahasiswa baru, bukan hanya sekedar foto foto atau rekreasi ( seperti
kita kita dulu, hehehe )...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar