Kamis, 06 September 2012

Yang Tak Bercadar Jelek

        ketika saya duduk di semester 3 tepatnya ketika saya berada dikota Tarim disebuah Universitas yang cukup dikenal oleh warga Hadhromaut di Yaman, yaitu Al Ahgaff University. Selain di Tarim, Universitas ini pada dasarnya berpusat di Kota Mukalla, karena di Tarim cuma sebuah cabang Al Ahgaff  yang memiliki dua jurusan yaitu jurusan Syari'ah dan Syari'ah Wal Qonun, selama dua semester kami berada di Kota Mukalla, dan di semester tiga dan seterusnya kami harus berada di kota Tarim, yang sering disebut dengan kota para Habaib atau kota Seribu Para Wali atau sering juga disebut dengan Kota Asal Usul Wali Songo.

     ketika itu guru saya bercerita tentang Mahasiswi Al Ahgaff yang berada di Kulliyatul Banat, Universitas Al Ahgaff yang bertempat di Mukalla, biasanya seorang guru bercerita tidak lain tujuannya adalah agar Mahasiswanya tidak tidur atau ngantuk dikelas, jadi untuk membangkitkan semangat mereka, guru saya pun bercerita, ceritanya begini. 

     Universitas Al Ahgaff memiliki Mahasiswa dan mahasiswi yang cukup banyak, diantaranya ada yang  dari Yaman, Malaysia , Indonesia , Somaliya, dll. Suatu hari Mahasiswi Indonesia pernah demo kepada pengajar pengajar , mereka demo agar pengajar memperbolehkan mereka tidak mengenakan niqab / cadar, dan bahkan mereka sempat tidak bercadar ketika guru sedang mengajar sehingga para guru yang mengajar pun kelihangan konsentrasi dan membuat para guru guru tersebut hanya menundukkan kepala mereka ketika menjelaskan pelajaran, karena para Mahasiswi ini menyangka hukum niqab bagi perempuan itu tidak wajib, melainkan apabila menimbulkan fitnah maka wajib hukumnya untuk perempuan mengenakan niqab , seperti ketika bertemu dengan Laki laki yang bukan muhrimnya , atau seperti perempuan yang amat sangat cantik , hingga siapapun yg melihatnya pasti akan terpesona, yaaa maklum ajalah, para mahasiswi ini masih terpengaruh oleh budaya budaya indonesia yang terbiasa berpakaian apa adanya dan ada apanya. akhirnya staf pengajar pun memberikan Nizhom Ilzam (peraturan yang harus ditaati): bawha bagi Mahasiswi mahasiswi Al Ahgaff muLai besok tidak diwajibkan lagi mengenakan Niqab tapi dengan syarat bagi mereka yg merasa wajahnya Qobihah / jeLek , merka boleh tidak mengenakan niqab karna tidak akan menimbulkan fitnah , adapun bagi mereka yang merasa wajahnya jamilah / cantik maka diharomkan bagi mereka untuk tidak berniqab karna akan menimbulkan fitnah.
setelah Nizhom itu ditempelkan, diberitahukan dan bahkan dibacakan, keesokan harinya ternyata tidak ada seorang pun dari Mahasiswi mahasiswi Indonesia tersebut yang tidak mengenakan Niqab / cadar , tau knp?
karena mereka semua merasa wajah mereka jamilah / cantik , coba aja berani buka niqab berarti wajahnya qobihah / jelek dong..
^_^hehehe..

buat Mahasiswi Al Ahgaff di Mukalla...

6 komentar:

  1. kren yah, orang qismu aly juga yah?.. main2 juga yah ke blog aku di jejakdakwah.com

    BalasHapus
  2. lha iya wong arep demo kok gag menimbangkan dan seterusnya.... (dulu..)
    ngono kui malah ngetok2ke asline wong indonesia to kalo cewek2 indo itu (jamilah tah kurang teliti)

    tapi lucu juga tu cerita
    :)

    BalasHapus
  3. hehehe..........hehehee.....
    niqab oh niqab... kalo warga indo dateng ke Hongkong pake niqab, malah gak boleh juga.. karena lain arenanya

    hehe......

    BalasHapus
  4. Apa yang yang diyakini oleh mahasiswi Indonesia itu, bahwa niqab tidak wajib, tidak salah juga. Memang apa masalahnya dengan budaya Indonesia?

    BalasHapus