Kamis, 30 Agustus 2012

Aku dan Bulan



Ketika umurku dua tahun, aku sangat suka melihat bulan, kalau aku menangis maka tidak ada yang bisa mendiamkanku kecuali melihat bulan, aku tidak mengerti mengapa bulan bisa membuatku diam dari tangisanku, padahal banyak anak-anak sebayaku yang tidak henti-hentinya menangis walaupun diperlihatkan bulan kepadanya.
      Ketika SD, aku masih sering melamun sambil melihat bulan yang dilangit, sampai-sampai aku dijuluki bulan, padahal itu sangat tidak sesuai dengan aku, karena bulan adalah nama perempuan sedangkan aku laki-laki, meskipun ketampanan wajahku seperti perempuan cantiknya. Namun, ketika SMP ketampanan wajahku tidak seperti perempuan lagi, meskipun aku tiap malam masih melamun sambil menatap bulanku yang sangat indah nan elok dipandang itu.

       Tanggal 31 bulan Desember tahun 2004 adalah hari ulang tahunku yang ke 17 tahun, itu adalah hari pertama aku merayakan ulang tahunku, ketika itu aku duduk dikelas satu Aliyah. Aku dikenal sebagai orang yang baik, ramah dan pintar, tak heran banyak perempuan yang suka denganku, tapi dengan senang hati aku menolak mereka semua karena tujuan aku sekolah adalah belajar. Dikelas tiga aliyah, aku sangat terkenal dengan puisi bulanku, aku benar benar memang seorang pujangga ketika itu, hampir seluruh sekolah yang ada di kota Medan mengenaliku sebab aku pernah ikut lomba menulis puisi dan mengarang cerpen yang kuberi judul “Bulan”. Setelah tamat sekolah, rasanya mustahil kalau orang sepertiku tidak mempunyai seorang kekasih, ketika itu namanya adalah Mariah, nama lengkapnya Qomariah. Hubungan kami sangat direstui oleh kedua orang tua kami, bahkan sebelum aku berangkat keluar negri untuk melanjutkan studiku, aku sempat meminangnya dengan mengucapkan “bismillah”.

       Akhirnya datang juga hari yang dinanti-nantikan itu, pada hari Kamis, tepatnya tanggal 10 bulan Oktober tahun 2007, aku memang tidak berpisah dengan bulanku yang dilangit tapi aku harus berpisah dengan keluargaku, teman-temanku dan juga Mariahku yang membuat air matanya jatuh kepipiku dan itulah yang membuat air mataku ikut jatuh kepipinya, padahal dari SD sampai Aliyah aku tidak pernah meneteskan air mata walau hanya setetes. “ aku, aku akan pulang “ kataku kepadanya dengan tersendu-sendu, dia hanya melambaikan tangan kirinya yang terdapat cincin tunangan kami, pertanda sebuah perpisahan.

       Di dalam pesawat, aku terus menangis dan menangis, sampai aku tertidur dan bertemu dengannya dalam mimpi, ketika itu dia sangat cantik, putih, manis mirip iklan di TV dan yang mengherankan lagi, ia berubah menjadi cahaya dan kemudian berubah menjadi bulan, sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu tetapi “ kopinya mas! “ sentak pramugari sambil memegang bahuku, aku terbangun dari tidurku sambil tersenyum mengambil kopi yang disodorkan kepadaku tanpa keluar sepatah kata pun untuk mengucapkan terima kasih kepada pramugari tersebut. Kebetulan, aku duduk didekat jendela pesawat, jadi aku bebas memandang awan dan langit yang dipenuhi bintang. Tapi aku  agak sedikit heran ketika itu, “kenapa bulan tidak ada?” tanyaku dalam hati. Akhirnya, kulanjutkan tidurku setelah kuminum segelas kopi yang diberikan pramugari cantik itu, bahkan aku sempat minta segelas lagi, mungkin ketika itu aku sangat haus dan butuh air soalnya air yang ada ditubuhku sudah kukeluarkan untuk tangisan tadi.
       Paginya, sampailah kami di kota Sana’a, ibu kota Yaman. Begitu keluar dari pesawat, yang pertama kulihat adalah langit, aku ingin melihat bulanku, tapi setelah kulihat keatas langit “kok gak ada bulan ya?” tanyaku pada teman yang berada didepanku ketika turun dari tangga pesawat Yemenia, “ya iya lah, bulan sih adanya dimalam hari” jawabnya sambil tertawa, aku pun tertawa dan tersenyum malu sambil mengangkat koper dan tasku turun dari pesawat tersebut, padahal dalam hatiku mengatakan ‘’ kayaknya bulan gak harus dimalam hari deh, kalau matahari iya, adanya cuma disiang hari ‘’.
       Sekitar dua hari kami di kota Sana’a, aku sudah bertemu dengan kakak kelasku, dia mengajakku ke Flatnya, tapi kami tidak sempat menuju tempat kuliyahnya, disebabkan sedikitnya waktu yang tersisa ketika itu, karena kami harus meluncur ke kota Mukalla yang berada di Propinsi Hadhromaut.
       Di hari senin, kami semua telah sampai di kota Mukalla. Kata orang-orang sih, Mukalla ini adalah Surabayanya Indonesia. Di kota inilah kami kuliyah selama satu tahun. Selama kuliyah, aku tidak lupa untuk mengirim pesan kebulanku si Mariah, ia selalu membalas pesan inbox facebookku, ia sering bermain-main denganku melalui pesannya, ia orangnya ngangenin, ia pernah mengirim pesan kepadaku “ kalau kamu kangen sama aku, lihat aja bulan “ semenjak itulah aku tidak bosan-bosannya melihat bulan, bulan adalah semangatku, bulan adalah ruang inspirasiku, kalau ujian tiba aku selalu melihat bulan sebelum menjawab soal soal tersebut.
       Satu tahun sudah aku di kota Mukalla, kini saatnya aku harus dipindahkan ke kota Tarim, yang sering disebut kota Seribu Wali atau kotanya Habaib atau sering juga disebut kota asalnya Wali Songo. Sekitar sebulan aku dikota ini, aku tidak pernah dikirimi pesan oleh bulanku. Dan sering kukirimi dia pesan sms dan pesan inbox fb tetapi dia tidak pernah membalas pesan-pesanku. Dua bulan, tiga bulan pun berlalu, hatiku bertanya-tanya “ kenapa pesanku tidak dibalas?, gimana kabarnya?’’ , bahkan ketika orang tuaku dan orang tuanya aku tanya, mereka hanya diam membisu, sepertinya ada sesuatu dibalik layar kaca sandiwara ini.
       Seperti kebiasaannya, tepatnya jam 02:00 WY (Waktu Yaman) aku melakukan ritual rutinitasku melakukan shalat tahajjud dan berdo’a kepada Tuhan untukku, keluargaku dan juga untuk bulanku. Tiba-tiba “ ti tit ti tit “ bunyi sms masuk, ternyata itu sms dari Mariah, aku bahagia sekali menerima sms darinya, tetapi sms tersebut tidak terlalu panjang, kubaca perlahan-lahan, kata demi kata, huruf demi huruf dan tak kusangka jatuh air mataku ketika membaca “ aku telah menikah tiga bulan yang lalu dengan mas Alfin teman sekelasmu dulu, maafkan aku, mudah-mudahan kamu mendapatkan bulan yang jauh lebih baik dariku “ deraian demi deraian air mata tak sanggup kutahan, dosa apa yang selama ini kulakukan? Bisikku dalam hati.
       Setelah mendengar berita buruk itu, aku patah semangat dan langsung jatuh sakit, tak sadarkan diri, koma selama sebulan lebih, aku tak ikut ujian semester, aku tinggal kelas dan harus mengulang setahun penuh. Setelah setahun penuh kulalui, kini aku sadar bahwa aku hanya bisa merancang tapi tetap Tuhanlah yang menentukan. Selama setahun itu, aku tetap bersahabat dengan bulanku yang dilangit meskipun bulanku siMariah telah dimiliki orang.
       Tak disangka waktu sangatlah cepat berlalu, genap sudah empat tahun aku di kota Tarim, skripsiku diterima dosen, judul skripsiku adalah “ Pengaruh Hilangnya Bulan Terhadap Hukum Syari’at “, karena judul dan isi yang menarik dan sesuai, aku mendapatkan nilai “ Mumtaz “ dan juara satu umum, dan kudengar skripsiku akan dicetak dan akan dijadikan mata pelajarn tambahan di Al Ahgaff University yang sangat terkenal itu.
       Kini saatnya aku pulang ke Indonesia membawa ilmu-ilmu yang selama ini kepelajari di Hadhromaut. Sebulan aku berada di Indonesia, jadwal khutbah jum’atku sudah sangat padat, bulan kedua aku sudah diundang ke Jakarta, bulan ke tiga namaku sudah tenar di Radio, dan pada bulan ke empat aku mulai menanda tangani kontrak untuk mengisi ceramah pagi di SCTV dan siraman rohani di RCTI.
       Kini namaku melambung-lambung diudara, banyak yang meniru gaya bicaraku, gerak-gerikku bahkan pakaianku. Tapi rasanya ada yang kurang kalau belum mempunyai seorang kekasih, maka aku minta solusi ke Habib Munzir Al Musawa agar ia mau mencarikanku seorang istri. Sebulan kemudian aku akan ditemukan oleh Habib Munzir dengan anak Kiyai, namanya Syamsiah, wanita cantik lulusan Al Azhar. Tapi sayang seribu kali sayang, di hari H nya kami akan melangsungkan akad nikah, dia meninggal dunia akibat kecelakaan ketika ingin menghadiri akad nikah, hatiku sangat kacau dan juga galau. Lagi lagi aku jatuh sakit, trauma, dan tak sadarkan diri selama seminggu. Kini berita yang panas dikoran, televisi dan bahkan di detik.com adalah berita Ustazd Zain Jatuh Sakit Gara-Gara Tidak Jadi Nikah.
       Setelah sembuh, kini akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan Studi Majester ke Al Ahgaff, disini aku tidak menyangka akan bertemu seorang mahasiswi yang masih menjalankan S1, ia bernama Bulan, wajahnya persis seperti bulan, cantik parasnya mengalahkah iklan TV, ia ternyata teman SD-ku dulu. Tak kusangka ia jatuh cinta kepadaku, dan akhirnya aku pun menikah dengannya dihalaman rumah Rektor Al Ahgaff University Prof. Dr. Al Habib Abdullah Baharun dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Al Ahgaff. Kini aku dan bulanku hidup bahagia di negri orang. Belum ada niat untuk pulang ke Indonesia, tapi kalau aku sudah menjadi bapak nanti, aku janji akan pulang kekampung halaman.

Senin, 27 Agustus 2012

Harapan si Gadis

           Diceritakan dalam sebuah tulisan, ada seorang wanita yg sholehah yg tumbuh dewasa dan memiliki wajah sangat menawan, semenjak kecil hingga tamat sekolah ia dikenal dengan baik hati dan kedermawanannya sehingga satu kampung tersebut mengenalinya dengan bidadari desa, tak dipungkiri lagi bahwa gadis yg baru tamat aliyah ini banyak sekali yang ingin melamarnya namun ada yang langsung kerumahnya ingin
meminang tapi ditolak dan ada juga yang memendam mendam perasaanya dalam hati karena tidak berani untuk mengungkapkan, mungkin karena wajah pas pasan atau karena takut kepada orang tua si gadis yang dikenal pemarah.
Diantara pemuda pemuda yang ingin melamar gadis ini, ada seorang pria yang pendiam, dan juga soleh yang bernana Zuwen. Pria ini ternyata teman sekolah si gadis tersebut diwaktu Tsanawiyah dulu.
Diwaktu masa masa sekolah, Zuwen memang tidak pernah mengungkapkan perasaannya ke gadis itu hingga akhirnya mereka berpisah karena mereka tamat ditsanawiyah dan bertemu kembali setelah tiga tahun tidak bertemu.
Singkatnya, ternyata pertemuan mereka itu hanya untuk berpisah karena si Zuwen akan berangkat ke Timur Tengah guna melanjutkan studinya disana, dalam waktu yang sangat singkat ini ternyata si Zuwen juga belum sempat untuk mengungkapkan perasaannya ke gadis itu padahal si gadis sangat ingin berharap bahwa Zuwen akan mengungkapkan perasaanya ke dia tapi apa boleh buat, Zuwen hanyalah seorang yang pendiam, yang belum bisa mengungkapkan apa yang ada dihatinya ke gadis itu.
Hampir empat tahun mereka berpisah, namun hubungan mereka masih berlangsung diatas facebook.
Selama Zuwen ditimur tengah, si gadis ini selalu berbaik sangka terhadap si Zuwen, ia tidak pernah membayangkan bahwa si Zuwen akan mencintai mahasiswi disana, sebagaimana yang kita ketahui bahwa mahasiswi di timur tengah itu sangat cantik dan mempesona meskipun yang kelihatan hanya matanya saja karena mahasiswi disana diharuskan untuk bercadar.

Sebenarnya, si gadis ini juga menggantungkan cita citanya di timur tengah hanya saja berbeda kampus dan tentunya berbeda negara, si Zuwen berada di Universitas Al Ahgaff, tepatnya di Hadhromaut dan sedangkan si gadis ingin kuliyah di Universitas Al Azhar, tepatnya Chairo.
Namun, karena kurang mampu, akhirnya si gadis mengundur-undurkan niatnya untuk kuliyah ke timur tengah hingga ditahun keempat inilah ia berhasil untuk mencapai cita citanya kesana setelah melalui test dan sebagainya, dan dia mendapat kabar akan berangkat ke Chairo di tanggal 26 Sawal ini.
Namun, ketika si Zuwen mengetahui hal tersebut, Zuwen takut kehilangan si gadis ini di Chairo, karena di Chairo sana tentunya banyak mahasiswa mahasiswa yang tampan, cerdas serta alim dan baik hati, akhirnya ia berniat memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya ke gadis karena selama empat tahun di Hadhromau Zuwen belum pernah mengungkapkan perasaannya ke gadis, dan begitu juga dengan gadis yang belum pernah mengungkapkan isi hatinya ke Zuwen meskipun dahulu ia pernah menulis "sesuatu" namun itu hanyalah sekedar bercanda bagi mereka berdua.

Setelah selesai shalat malam, Zuwen mulai membuka laptopnya dan langsung menyusun kata-kata dalam microsoft word tentang apa yang akan ia sampaikan ke gadis.
Ia awali tulisannya dengan Assalamu'alaikum ya ukhti, gimana kabarnya? Semoga ukhti dalam lindungan Allah S.W.T Amiiin. Dengar-dengar ukhti minggu depan mau berangkat ke Chairo, kok enggak bilang-bilang ya? Hehe.
Sebetulnya aku bingung mau mulai dari mana tapi sebaiknya aku mulai dari sini saja bahwasanya aku semenjak kita berada di Tsanawiyah dulu sudah ada perasaan ingin melamarmu, namun itu tidak mungkin karena kita masih belum terlalu dewasa, begitu juga ketika detik detik keberangkatanku dulu aku juga ingin mengungkapkannya namun aku belum siap untuk hidup bersamamu tapi kini sudah selayaknya lah aku mungungkapkan perasaanku ke kamu bahwasanya aku benar benar mencintaimu, aku ingin melamarmu dalam waktu dekat ini, tapi ada yang membuat hatiku mengganjal karena minggu depan kamu akan berangkat ke Mesir, aku tidak tau apakah ungkapan perasaanku ini hanya sekedar sia-sia, aku sama sekali tidak menghalangimu untuk menuntut ilmu disana namun aku tidak bisa berjanji apakah aku bisa dan sanggup setia menantimu selama empat atau lima tahun kedepan, sekali lagi aku mohon maaf karena baru sekarang aku berani untuk bicara" Begitulah isi pesan inbox Zuwen ke gadis yang ia cintai itu, beberapa detik setelah pesan itu terkirim, Zuwen malah bersedih dan merasa bersalah karena telah mengirim pesan tersebut, ia takut bahwa si gadis malah salah paham didalam memahami isi pesan tersebut, namun apa boleh buat pesan inbox sudah terkirim dan tidak bisa dihapus.
Hanya dalam beberapa menit, si gadis yang solehah ini pun membuka facebooknya karena facebook di Indonesia sekarang ini lebih ngetop dari hp, setelah dibuka dan dibaca pesan tersebut oleh si gadis, ia pun mencurahkan air matanya ketika membaca pesan tersebut karena ia tidak menyangka bahwa si Zuwen benar benar mencintainya sebagaimana yang ia duga, namun kini hati si gadis mulai bimbang, ia bingung hatinya harus milih yang mana, milih Zuwen atau milih Chairo.

Diwaktu yang bersamaan, Zuwen yang sudah empat tahun di ahgaff mendapat tawaran dari gurunya untuk menikah dengan seorang mahasiswi ahgaff asal Jawa, sebetulnya gurunya sudah dari dulu ingin menjodohkan keduanya namun dahulu gurunya belum mendapatkan Apartemen dimana nanti mereka akan tinggal, mahasiswi ini adalah putri dari seorang Kiyai yang terkenal di Jawa, kiyai tersebut menginginkan agar putrinya dinikahkan dengan mahasiswa ahgaff juga yang sesuai dengan pilihan guru tersebut.
Zuwen bingung sebagaimana si gadis juga bingung namun akhirnya mereka memilih jalan yang sesuai menurut mereka. Si gadis lebih memilih Zuwen dari pada cita citanya ke Mesir karena setelah ia berpikir panjang, kalau ia ke Mesir ia akan kehilangan si Zuwen, namun kalau ia milih Zuwen maka cita citanya ke Timur Tengah masih ia dapati dengan berharap ia akan melanjutkan kuliyahnya ke Hadhromaut bersama Zuwen dan Hadhromaut itu juga timur tengah, dengan begitu cita citanya ketimur tengah tidak hilang begitu saja.
Hingga akhirnya di hari keberangkatannya ke Mesir, ia rela tidak mau berangkat dengan beribu alasan, padahal itu adalah kesempatan terakhirnya Ke Al Azhar University karena tahun depan ijazahnya tidak boleh lagi dipake untuk ikut test kesana, karena salah satu syarat ke sana adalah ijazah tidak boleh lebih dari empat tahun.
Tiga hari sudah berlalu dari hari pembatalan keberangkatan si gadis ke Chairo, ia ingin memberitahukan berita ini ke Zuwen bahwa ia lebih memilih Zuwen dan akan berangkat ke Hadhromaut dari pada memilih ke Chairo, namun sebelum ia mengirim pesan ke Zuwen, si gadis mendapatkan pesan dari Zuwen yang biasa di awali dengan "Assalamu'alaikum, gimana kabarnya di Mesir? Semoga Fatimah baik baik saja ( ooooo, ternyata nama si gadis itu Fatimah )
mudah-mudahan fatimah bisa menemukan teman teman yang baik disana ( si Zuwen menyangka bahwa si Fatimah sudah nyampe di Mesir, karena selama seminggu lebih ia tidak menerima balasan pesan dari Fatimah )
Begini ma, (panggilan akrab si Fatimah adalah ima) seminggu yang lalu aku mendapatkan tawaran dari guruku untuk menikahi muridnya, aku bingung harus memilih ima atau dia, ima tidak pernah membalas pesanku, mungkin ketika itu ima sibuk membereskan barang barang untuk berangkat ke Mesir, akhirnya aku lebih memilih tawaran guruku untuk menikahi muridnya dan baru tiga hari yang lalu akad nikahnya berlangsung, aku minta maaf tidak bisa menantimu disana, padahal aku juga sempat berharap ingin melanjutkan S2 Ku di Al Azhar dan terus bersamamu hidup berdua, namun apa boleh buat, kita hanya bisa merancang tapi tetap tuhan jugalah yang menentukan jodoh kita, mudah-mudahan ima mendapatkan cita-citanya disana dan dijodohkan dengan mahasiswa Al Azhar juga, Amiiin "
tak disangka berlinanglah air mata si Fatimah yang kedua kalinya menerima pesan dari Zuwen, ia tidak tahu harus berkata apa, ia menangis sebisa bisanya hingga matanya membiru, wajahnya yang cantik pun sedikit demi sedikit luntur oleh air matanya, ayahnya yang dulu pemarah kini jadi pendiam melihat anak gadisnya menangis. Fatimah terus menangis hingga air matanya habis, kini baru ia sadari seharusnya ia lebih memilih cita citanya ke Mesir ketimbang si Zuwen, namun apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur, ljazah mau ke Mesir sudah kadaluarsa dan Zuwen pun sudah jadi milik gadis lain.
Intinya: jangan pacaran jarak jauh, jarak dekat aja masih gak boleh apalagi jarak jauh.
( 29/08/2012 jam 23:45 )
to you

Minggu, 26 Agustus 2012

Arak Menjadi Madu


Suatu hari Umar Bin Khattab berjalan-jalan menelusuri lorong, ditengah jalan ia melihat seorang pemuda yg sedang membawa kendi/tong, Umar pun menghampiri pemuda tersebut dan bertanya: hey pemuda, apa isi kendi ini? Pemuda itu panik untuk menjawabnya karena yg ia bawa adalah arak, ia takut dihukum oleh Umar yg sangat tegas dan bijaksana itu, akhirnya ia pun menjawab " i i i ni 
madu tuan " jawb@ dengan tersentak2, ia berharap kepada Allah agar Umar tidak memeriksa kendi tersebut, sebenarnya pemuda ini ingin berhenti dr perbuatan yg dilarang agama itu, didalam penyesalannya dia berjanji didalam hatinya ingin segera bertobat kpd Allah dari perbuatannya yg suka mabuk mabukan, dia sungguh telah menyesal melakukan perbuatan itu,.
Khalifah Umar Bin Khattab pun bertanya sekali lagi kepadanya dan ia tetap menjawb ini adalah madu, tuan. Krn kurang percaya akhirnya Umar pun memeriksa dan membuka isi kendi tersebut, dan ternyata do'a si pemuda tersebut dikabulkan Allah seketika itu juga arak merubah menjadi madu, subhanallah..
Begitu dia berniat untuk bertobat dan Allah memberikan hidayah, sehingga niatnya yg ikhlas, ia terhindar dari hukuman yg akan ia terima dari Khalifah Umar Bin Khattab r.a. yang mungkin bisa membayakan diri pemuda tersebut karena telah berbohong kepada sang khalifah...

Intinya: ada kemauan untuk bertobat maka Allah akan memberi hidayah dan jalan keluar.

101 kisah teladan

Uwais Al Qorni

Bisakah kita seperti Uwais Al Qorni?
seseorang yg ketika mencari makanan dipinggir jalanan yg sempat berebut sepotong roti buangan dengan seekor anjing lalu ia berkata kepada anjing tersebut " makanlah apa yg kau dapati dan aku makan apa yg aku dapati, ini milikku, tempat aku kan disini, u dipojok sana, kan aku duluan yg dapat ini, didunia mungkin u lebih baik dari aku, di akhirat nanti kalau aku bisa melewati TITIAN, baru aku lebih baik darimu "

intinya: siapa pun itu walaupun seekor anjing, yakinlah bahwa dia adalah orang yg lebih baik dari kamu didunia ini..

Yakinlah, kalau kamu mempunyai sifat ini, hatimu akan selalu tenang, kamu tidak punya musuh, dan kamu tidak akan pernah buruk sangka..

Permohonan Si Miskin Dan Si Kaya


Nabi Musa AS memiliki ummat yg sangat banyak, umurnya panjang2, ada yg miskin ada yg kaya..
Suatu hari ada seorang miskin yg mendatangi nabi Musa AS untuk didoakan supaya kaya raya, nabi Musa AS tersenyum dan berkata: " banyak2lah bersyukurlah kepada Allah " mendengar itu simiskin terkejut dan kesal sambil berkata: " gimana aku mau bersyukur, makan aja aku jarang, 
pakaianku aja cuma 1, compang camping lagi " akhirnya simiskin pun pulang dengan muka masam tak membawa apa2..
Beberapa saat kemudian, ada seorang yg kaya mendatangi nabi Musa AS berharap agar dido'akan menjadi orang miskin karena ia merasa terganggu dengan hartanya tersebut, dan nabi Musa AS pun berkata: " janganlah kamu bersyukur kpd Allah " mendengar itu si Kaya pun terkejut dan kesal sambil berkata " gimana aku tidak bersyukur kepada Allah? Dia memberikan aku mata hingga aku bisa melihat, memberikan aku mulut hingga aku bisa makan, memberikan aku tangan hingga aku bisa bekerja dan memberikan aku kaki hingga aku bisa berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukuri ini semua? " akhirnya si Kaya pun pulang dengan hampa..

Sesampainya si Miskin dan si Kaya dirumah masing2, si Miskin makin miskin sehingga tidak sehelai pakaian pun yg melekat pada tubuhnya karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah dan si Kaya malah makin kaya Raya karena ia selalu bersyukur kepada Allah..

Intinya: Bersyukurnya kepada Allah, wahai kawan!

Imam Syafi'i Pernah Berkata:

Aku Mencintai Orang2 Sholeh, tapi Sayangnya Aku Sendiri Bukan Bagian Dari Mereka ::

Mudah2an Saja Karena Cintaku Kepada mereka, Aku Akan Memperoleh Syafa'at Dari Mereka ::

subhanallah..
Imam Syafi'i yg kita kenal seorang yg sholeh tapi ia masih saja menganggap dirinya bukan orang2 yg sholeh, sungguh akhlak beliau mengajarkan kita untuk selalu Tawadhuk/rendah hati, ju
ga mengajarkan kepada orang tidak bisa berbuat baik agar paling tidak ia bisa mencintai orang2 yg baik/sholeh meskipun dia sendiri bukan org yg sholeh, karena kita tahu bahwa kita nanti di akhirat bersama orang2 yg kita cintai, kita cinta dengan orang2 sholeh maka insya Allah kita juga bersama orang2 sholeh di surgaNya..
Amiiin..

Jangan Putus Atas Terhadap Rahmat Allah


Selain Sombong, Putus Asa Terhadap Rahmat Allah Juga Dosa Yg Pernah Dilakukan Iblis, Sombong Dan Putus Asa Inilah Yg Membuat Iblis Dikeluarkan Dari Surga Dan Akan Kekal Dineraka..

Sebesar Apa Pun Dosa kita, Allah Akan Mengampuni Dosa Hamba-hambanya Yg Mau Bertobat Selagi Nafas Masih Ditenggorokan, Fir'aun Yg Pernah Mengaku Jadi Tuhan Aja Masih Mau Bertobat
 Tapi Sayangnya Ia Telat Beberapa Detik Sehingga Ia Tidak Mendapat Ampunan Dari Allah S.W.T, Trus Gimana Dengan Kita-Kita Ini, Adakah Dosa Kita Melebihi Fir'aun ? -rasanya tidak- Sehingga Kita Enggan Untuk Bertobat, Atau Menunggu Ajal Ditenggorakan Seperti Pak Fir'aun?
Jangan Pernah Berkata: " Dosaku Dah Terlalu Banyak, Tak Mungkin Rasanya Allah Mengampuniku " Karena itulah yg disebut dengan putus asa dengan rahmat Allah S.W.T dan Putus Asa Terhadap Rahmat Allah Itu Adalah Salah Satu Dosa Besar Yg Bisa Menceburkanmu Ke NERAKA.

takut kepada Allah

Ada seorang Bani Isroil berwasiat kepada anak2nya agar kalau ia mati nanti jasadnya dibakar hingga tulang belulangnya menjadi debu dan ditebarkan kelautan jika angin berhembus kuat, konon katanya orang tua ini dulu seorang penjahat kelas kakap.
Pada hari kiamat, Allah membangkitkan tulang belulang tersebut dan menjadikannya utuh kembali lalu meniupkan ruh kepada jasad tersebut, lalu Allah bertanya
 ke jasad tersebut " kenapa kamu wasiatkan untuk membakar jasadmu ? "
lalu dia pun menjawab " karena aku takut kepadaMu, karena aku tahu azabMu diakhirat lebih pedih dari api yg membakar jasadku didunia.
Tarena takutnya hamba tersebut kepada Allah didunia, akhirnya Allah mengampuni dosa hamba tersebut di Akhirat..
Itulah fungsinya takut kepada Allah, karena barangsia yg takut kepada Allah didunia maka Allah akan memberikan keamanan diakhirat dan barangsiapa yg merasa aman dari Allah didunia maka Allah akan menakutinya di Akhirat..

Sabtu, 25 Agustus 2012

pacaran

Salah satu dari 7 yg Allah beri perlindungan dihari yg tidak ada perlindundungan kecuali hanya penlindunganNya adalah: 
Dua orang laki2 yg saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah..

Dua orang perempuan yg saling mencintai karena Allah juga termasuk dalam kategori hadits ini.
Tapi apakah seorang perempuan dan laki2 yg saling mencintai karena Allah termasuk dala
m golongan hadits ini?
Kebanyakan ulama menjawab tidak, karena hubungan cinta antara laki2 dan perempuan sangat sulit untuk dibilang karena Allah, karena biasanya bukan karena Allah melainkan karena nafsu birahi, dan sebagian ulama lainnya menjawab bahwa hubungan cinta antara laki2 dan perempuan karena Allah juga tergolong dalam hadits tersebut walaupun itu sangat sulit terjadi contohnya sepasang suami istri yg saling mencintai karena Allah, atau seorang murid perempuan yg mencintai tuan gurunya yg arif bijaksana yg umur mereka berdua jauh berbeda dan cinta itu semata2 karena Allah S.W.T,
jadi kesimpulannya hadist ini tidak bisa menjadi dalil bgi yg mengatakan bahwa pacaran didalam islam itu berdasarkan hadits ini, karena setahu sy yg ada didalam islam itu adalah Meminang, Menikah, Saling kenal dan Saling menyayangi sesama makhluk.
Jadi, pacaran dalam arti sempit, itu jelas tidak ada dalam islam karena sebagaimana yg kita ketahui pacaran dalam arti sempit itu adalah hubungan cinta antara laki2 dan perempuan yg dikarenakan nafsu yg bisa mendekati dengan perbuatan haram seperti melihat, menyentuh perempuan, dan berdua-duaan dll, adapun pacaran dalam arti khusus seperti pacaran setelah nikah, itu tentu sangat tidak bertentangan dengan agama islam, atau pacaran dalam arti luas sehingga sulit sekali itu disebut dengan pacaran seperti seorang laki2 mencintai seorang perempuan yg belum ia kenal atau pun yg pernah ia kenal karena prempuan tsb hanya skedar makhluk Allah, karena bukan hanya perempuan yg harus kita sayangi, binatang pun juga harus kita sayangi karena binatang adalah makhluk Allah.
Jadi, jelaslah perbedaan antara pacaran dan mencintai, karena pacaran itu dari dua belah pihak, sedangkan mencintai itu hanya satu belah pihak.
Kesimpulan yg terakhir adalah kalau pun ada pacaran dalam islam tak lain dan tak bukan hanya laki2 dengan laki2, dan perempuan dengan perempuan.
Wallahu A'lam..
Moga Bermanfaat..

Abul Hasan Asy Sya'roni

Abul Hasan Asy Sya'roni pernah bercerita, aku melihat Mansur Bin 'Ammar Di Dalam tidurku, lalu aku bertanya kepadanya, Apa yg Allah lakukan terhadapmu? Mansur pun menjawab: Allah memberhentikan aku dihadapanNya lalu berkata: Engkau yg bernama Mansur Bin 'Ammar? Lalu aku menjawab iya wahai tuhanku, lalu Allah berkata lagi: Engkau yg mengajari manusia agar selalu Zuhud didunia (meninggalkan dunia) s
edangkan kamu sendiri Cinta terhadap dunia? Mansur pun menjawab ya begitulah kenyataanya wahai tuhanku, akan tetapi tidaklah aku membuat suatu majlis (ta'lim) melainkan aku telah memulainya dengan memujiMu, kemudian bersholawat atas nabiMu, Setelah itu baru aku memulai menasehati hamba hambu, lalu Allah berkata: bahwa apa yg ia katakan itu benar, -lalu Allah berkata kepada malaikatNya- letakkan kursi untuknya agar ia memujiku dilangitku disekeliling malaikat2ku sebagaimana ia memujiku dibumiku disekeliling hamba hambaku...

(Alfushulul ilmiyyah, Imam Al Haddad.)

Begitulah fungsi mengajari atau menasehati orang, kita berharap ketika kita mengajari atau menasehati orang tersebut agar kita mendapat hidayah dari apa yg kita sampaikan dan berharap agar kita juga bisa mengamalkan apa yg kita sampaikan. Oleh karena itu kita jangan takut menyampaikan, mengajari atau menasehati orang hanya gara gara kita takut tidak bisa mengamalkan apa yg kita sampaikan, tapi niatkan lah agar kita juga mengamalkan apa yg kita sampaikan, meskipun terkadang kita teledor dengan apa yg kita sampaikan.

Terkadang..

Terkadang..
Sebuah komentar bisa membuat seseorang ke Ge Eran
Terkadang.. 
Salah ketik bisa membuat orang sakit hati
Terkadang..
Statusmu bisa membuat orang Insaf, Sadar, dan juga Tobat
Terkadang..
Goresan penamu bisa membuat orang tertawa, sedih, dan juga bahagia
Terkadang..
Gaya bahasamu bisa membuat orang diam, membisu, dan bahkan kebigungan
Terkadang..
Tulisanmu bisa membuat orang sesat dan malah menyesatkan
Terkadang..
Kamu bosan membaca Status yg panjang n tak jelas apa isinya namun mau tak mau dikomentari juga pake
"Amiiin" 
"Alhamdulillah"
"Subhanallah" 
Terkadang..
Kamu sadar, n bicara dalam hati "kok aku masih mau membaca ini sampai akhir y"
Terkadang..
Kamu penasaran, siapa yg nulis Status Gak Penting ini?
Terkadang..
Kamu ingin tau, berapa sih umurnya?
Terkadang..
Kamu lihat poto profilnya, ini asli kagak ya?
Terkadang..
Kamu ingin sekali berkata sambil senyum senyum, andainya dia menjadi pendamping hidupku
Terkadang..
Aku juga harus bilang ke kamu, bahwa aku tau siapa siapa aja yg membaca statusku ini sambil senyum-senyum..

sifat ujub

Terkadang aku bisa selamat dari sifat Riya' dikeramaian orang tapi aku belum tentu bisa selamat dari sifat 'Ujub dikesepian malam..
Begitulah keluh seorang murid yg baru pulang dari kejauhan karena banyak diantara manusia yg mengenal sifat riya tapi tidak banyak manusia yg mengenal sifat 'ujub padahal kedua sifat ini adalah sifat-sifat syaithoniyah yg bisa merusak amalan seseorang.
Beramal demi or
ang lain itu syirik besar, sedangkan beramal demi Allah agar dilihat orang lain itu adalah syirik kecil dan inilah yg disebut dengan Riya'.
Dan Alhamdulillah kita masih bisa selamat dari kedua syirik ini tapi apakah setan akan putus asa menjerumuskan hamba-hamba Allah? Ketika setan tidak bisa membuat hamba2 Allah melakukan Syirik besar dan Syirik kecil mulailah setan menggunakan jurus ketiganya tanpa harus melakukan apa-apa, setan hanya membisikkan kehati hamba tersebut " hey pulan, engkau sungguh masya Allah, engkau bersedekah tiap hari melebihi org kaya, engkau sujud dan shalat tiap malam melebihi para sufi, melebihi para kiyai, engkau membaca Al qur'an dan menghayatinya hingga meneteskan air mata disetiap lembaran al qur'an, hey fulan, coba kamu lihat org disekelilingmu, mereka semua pada tidur, pada lupa pada tuhannya, ada yg minum-minuman, ada yg kediskotik sedangkan engkau masih bersujud dihadapan tuhanmu, mereka itu sungguh hina, tidak pandai bersyukur, sudah selayaknya lah mereka mendapatkan azab dari tuhan.
Hey pulan, engkau sungguh dekat dengan tuhan, sedangkan mereka itu hanya pengikut hawa nafsu mereka.
Hey Pulan, Engkau Jauh Lebih Baik Dari Mereka, Engkau Lebih Baik Dari Yg Tidur Itu, Engkau Lebih Baik Dari Yg Minum-minuman Itu, Engkau Lebih Baik Dari Mereka Dari Segala Hal..
Akhirnya, sihamba pun termakan oleh bualan dan gombalan setan, ia mulai melirik kiri kanannya yg pada tidur dan berkata dalam hati " aq lebih baik dari pada org yg tidur-tiduran ini " dan ia pun mulai keluar dari rumah dan melihat org disekitarnya pada lalai akan tuhannya dan terlintas lah di hatinya "aq lebih baik dari mereka dan mereka " meskipun kelihatannya hamba tersebut tidak sedang melakukan apa-apa karena ini hanya sebuah permainan hati dan inilah yg disebut dengan 'Ujub.
'Ujub dan Sombong memang beda tipis hanya saja 'Ujub datangnya dari bathin atau hati sedangkan sombong pada umumnya datangnya dari yg Zhohir yg tampak atau yg ada pada diri kita, orang yg sombong masih bisa kita lihat dan kita nasehati tapi org yg 'Ujub tidak ada yg mengetahuinya kecuali darinya sendiri sehingga tidak ada jalan untuk menasehatinya kecuali dirinya sendiri.
Semoga Allah Menjauhi Kita Dari Sifat Riya, Sombong Dan 'Ujub Dan Sifat2 Syaithoniyah Lainnya..
Amin...

status fb kerrrren

ini seperti sebuah puisi dimalam yg sepi khusus buat mu, iya buat kamu, kamu yg disana..

Ku ketik keyped hapeku lalu ku ungkai sebuah kata
ternyata memikirkanmu sudah menjadi darah dagingku
sehingga jika kampak membelah kepalaku maka yg keluar adalah bayangan2mu 
pernah aku tidak makan 30 hari tapi aku masih tetap hidup karena bayanganmu telah ku simpan diperutku
lebih 1000 hari aku mengenalimu s
ehingga aku sempat memilikimu walau hanya beberapa ribu detik
tapi tak kusangka perjumpaan kita itu ditakdirkan hanya untuk berpisah
berpisah dan saling pura pura tidak mengenal
berpisah dan saling menyombongkan diri
mungkin aku yg mulai itu semua dan mungkin juga kamu
karena aku takut berakibat lain maka kuucapkan minal aidin wal faizin dihari raya yg kedua lalu kamu pun membalas yg serupa
setelah itu aku rasa kita cuma dua org anak kecil yg hanya butuh banyak teman
sampai sekarang ini, saat ini, saat aku menulis, aku jadi merasa lapar karena bayanganmu yg dulu barusan aja keluar dari perutku sambil berbunyi nyaring ' tuuuuuuuttt ' 3 x mungkin bayanganmu ada tiga juga..

Status ini bukan buat siapa siapa..
Jangan merasa y, bukan kamu dan juga bukan kamu, apalagi kamu..
jadi pengen kentut terus ne..
kan tadi kamu udah keluar..
Wah kayaknya ini bayangan KAMU, KAMU YG SEDANG BACA STATUS INI...
tut..
simple aje bunyinya..
Hehe..

sang penulis

Di ceritakan dalam sebuah tulisan
Ada seorang santri yg gemar menulis di beberapa Media, Webset dan bahkan di Status atau Grup di FB, santri tersebut sangat hebat dalam merangkai kata kata, ia juga pandai meringkas suatu bacaan lalu merangkumnya kembali dengan bahasa yg lebih enak dan trend, ia sering mendapat penghargaan berupa sertifikat, piagam dan juga uang melalui tulisannya tersebut, tak dir
agukan lagi bahwa santri seperti ini dinanti2 oleh orang sekampungnya jika ia pulang dari pesantrennya, namun si santri belum mau pulang karena dia harus menyelesaikan kontrak karya tulisannya dengan sebuah media cetak dan juga internet, keadaan seperti ini lah yg membuat warga sekampungnya makin merindu-rindukannya karena hampir 5 thn si santri ini belum pulang kampung dikarenakan kesibukan di pesantrennya dan juga kontrak karya tulisanya yg terlanjur ia tanda tangani, bahkan banyak media media lain yg ingin mengontrak tulisan si santri tersebut setelah selesai waktu yg ditentukan karena mereka mengetahui lekak lekuk tulisan santri tersebut, dan jarang sekali ada seorang santri yg giat menulis di berbagai media, ternyata selain seorang santri yg hebat dalam menguntai dan mengungkap kata kata, dia juga seorang yg pintar dikelasnya dan dikenal dengan orang yg pendiam dan tak banyak bicara.
Di tahun berikutnya, akhirnya impiannya ingin pulang kampung pun tercapaikan, ia tolak semua tawaran tawaran untuk menulis dari beberapa media, namun walaupun demikian ia masih tetap sering menulis status didinding fb nya yg sangat bermanfaat bagi para pembaca, baik itu berupa seruan berbuat baik, puisi dan bahkan humor.
Sebetulnya santri ini bingung kenapa warga sekampungnya sangat menginginkannya pulang kekampung halamannya di Hari Raya yg telah ditentukan, sebelum nyampe kerumah ia melihat disebuah mesjid yg telah dipenuhi oleh jama'ah dari berbagai tempat hingga memenuhi halaman mesjid dan jalan-jalan, lalu ia melihat sebuah sepanduk bertemakan "Hari Raya Hari Bermaaf-maafan" dan sisantri mulai bengong dengan tema tersebut dan berkata dalam hatinya ' bukan kah itu status aku tadi pagi? ' lalu ia makin heran lagi setelah membaca kalimat yg paling terakhir dari spanduk tersebut adalah namanya sendiri sebagai penceramah diacara tersebut.
Masih dalam terheran teran tiba-tiba ada sekelompok orang mendatanginya dan menyapanya " Assalamu'alaikum Ustazd, Kami telah menunggu 15 menit " si santri pun bingung mendengar sapaan tersebut dan seketika itu juga ia melihat kedua orang tuanya berada dibangku paling depan karena kebetulan acara tersebut diatas sebuah pentas diluar mesjid tepat disebelah rumahnya.
Si Santri diam seribu bahasa, dia tidak tahu harus berbuat apa apa dan harus berkata apa dihadapan org sebanyak itu.
Akhirnya dengan berat hati ia pun maju kedepan menuju pentas, ia coba menenangkan diri, ia ingin menyampaikan apa yg ia tulis di Status FB tadi pagi, namun ia bingung harus memulai dari mana, ia baru mengucapkan salam kepada para hadirin namun setelah itu diam, ia berusaha ingin memulai menyampaikan sesuatu dengan lantunan yg enak didengar sebagaimana ia menulis sebuah tulisan di Media dan Internet, ia ingin menyapa para hadirin dengan sapaan hari raya sebagaimana ia menyapa teman teman di fb dan membalas komentar mereka, hampir 3 menit ia diam diatas panggung tanpa sepatah kata pun kecuali salam, para hadirin sangat ingin langsung mendengarkan kata-katanya dari mulut si santri tersebut bukan hanya sekedar membaca tulisan-tulisannya di Media atau di Status facebook, namun si santri belum bisa buka mulut dan tiba-tiba mati lampu, seketika itu juga si santri menghilang entah kemana dari hadapan para hadirin, bukan hanya orang tuanya yg sedih namun satu kampung yg mempercayainya juga ikut tunduk kepala dan merasa malu.

jadi intinya: jangan terlalu berharap kepada para penulis, dan juga jangan dibebani kepada mereka apalagi dipaksa karena org yg pande menulis belum tentu bisa menyampaikan apa yg ia tulis..

to you