Ini adalah tahun ke-3 aku tidak bisa melihat pesta tapai
dikampung kelahiranku sendiri.
Pesta Tapai adalah sebuah kebudayaan yang tidak asing lagi
bagi warga Batubara untuk mengexpresikan kebahagiaan mereka dalam menyambut
bulan suci Ramadhan dan sampai sekarang belum diketahui secara pasti siapa
orang pertama kali yang mengadakan pesta tapai ini sehingga berkembang dan kelihatan begitu indah diwaktu malam hari dan
bisa bertahan sampai sekarang. Dan sampai sekarang belum diketahui secara pasti
pada tahun berapa awal mula pesta tapai ini diadakan.
Pesta Tapai ini hanya ada pada bulan sya'ban atau tepatnya
dua puluh hari sebelum Ramadhan.
Pesta ini letaknya di Pesisir, kecamatan Tawali, Kab.
Batubara.
Ketika tahun 2000, pesta tapai ini tidak terlalu panjang,
mungkin hanya sekitar 700 meter, tapi ditahun 2008 panjangnya sudah lebih dari
1 km, dan menurut saya ditahun sekarang mungkin mencapai 2 km atau lebih.
Jadi sepanjang 2 km warga pesisir mengadakan pesta tapai.
Sebetulnya bukan hanya tapai yang dijual, masih banyak
jualan-jualan lain yang ada disana mulai dari lemang, jagung, roti bakar,
permainan anak-anak, dll.
Pesta Tapai ini bukanya diwaktu malam saja, hampir setiap
malam jalanan dipesisir itu padat dipenuhi reramaian orang, apalagi malam
minggu.
biasanya para pendatang itu berjalan dari ujung keujung dan
dari ujung ketengah, setelah mutar mutar selama se-jam baru mereka membeli
tapai yang biasanya dibarengi dengan lemang dan fanta/ sprite sambil duduk
duduk dibangku yang telah disediakan oleh penjual.
Para penjual tapai
disana aslinya warga asli pesisir yang berada disana tapi belakangan ini para
penjual berdatangan dari luar Batubara seperti dari Medan, Batam, Aceh, Dll.
Pengunjung pun beragam rupanya, dari mulai anak anak,
remaja, sampai dewasa dan orang tua, pengunjung rata rata dari luar Batubara
dan Tak jarang juga kita menemukan turis disana.
Tapi sayangnya kebudayaan ini tidak mendapat dukungan dari
pemerintah dan Media sehingga pesta tapai yang berada di pesisir ini tidak
begitu dikenal oleh warga Indonesia, padahal pesta tapai ini mampu mengurangi
pengangguran selama 20 hari di Indonesia, khususnya di Batubara.
Dan sudah selayaknyalah pemerintah indonesia melestarikan
kebudayaan yang sangat positif ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar